HASIL DISKUSI TUGAS SEJINDO JASMINE DAN SHEILA

MENGIDENTIFIKASI MENGENAI MASA AWAL KEDATANGAN JEPANG DENGAN MEMBUAT GARIS WAKTU KEDATANGAN JEPANG

Jepang datang ke Indonesia bertujuan untuk mendapatkan cadangan logistik dan bahan industri perang seperti minyak bumi, timah dan alumunium. Selain itu Jepang juga ingin menguasai SDA yang ada di Indonesia, serta mengendalikan SDM Indonesia untuk kebutuhan perang. Pada tanggal 11 Januari 1942, tentara Jepang Right Wing Unit dan pasukan Angkatan Laut Kure yang berjumlah 20.000 mendarat di pantai timur wilayah Tarakan, Kalimantan Timur. Terjadilah pertempuran dengan Belanda yang sebelumnya memang sudah menduduki wilayah ini. Dalam pertempuran ini, Belanda berusaha bertahan dengan 1.300 serdadu Batalion VII Koninklijk Nederansch Indisch Leger (KNIL) dengan beberapa kapal perang ringan, pesawat tempur, dan bomber.

Akhirnya, pasukan KNIL menyerah pada tanggal 12 Januari 1942. Lebih dari setengah pasukan Belanda gugur dalam pertempuran ini. Dengan demikian, Tarakan merupakan wilayah pertama yang jatuh ke tangan Jepang. Kemudian, Jepang pun mulai menguasai wilayah Balikpapan, Samarinda, Pontianak, Banjarmasin dan Palembang.

Setelah daerah luar Jawa dikuasai, Jepang kemudian memusatkan penyerangannya di Pulau Jawa karena Pulau Jawa merupakan pusat dari pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Pada bulan Februari-Maret 1942, Jepang melakukan serangan laut besar-besaran ke Pulau Jawa. Lalu, tanggal 1 Maret 1942 Jepang berhasil mendarat di tiga tempat sekaligus yaitu di Teluk Banten, Eretan Wetan (Jawa Barat), dan Kragan (Jawa Tengah). Pertempuran Laut Jawa pun terjadi antara armada laut Jepang dan armada gabungan yang dipimpin oleh Laksamana Karel Doorman. Akhirnya, tanggal 5 Maret 1942 Batavia pun jatuh ke tangan Jepang. Tentara Jepang terus bergerak ke kota-kota lain di Jawa sehingga dengan mudah kota-kota tersebut jatuh ke tangan Jepang.Pada tanggal 8 Maret 1942, dilakukan perundingan antara pihak Belanda, Letnan Jenderal Ter Poorten, dan pihak Jepang, Jenderal Hitoshi Imamura beserta Gubernur Jenderal A.W.L. Tjarda van Starkenborgh Stachouwer. Hasilnya, tercapai Kapitulasi Kalijati yang menandai berakhirnya kekuasaan Hindia Belanda di Indonesia yang digantikan oleh pihak Jepang. Hanya dengan waktu kurang lebih 3 bulan saja Jepang mampu menguasai Indonesia. Setelah resmi menduduki Indonesia, Jepang membentuk propaganda yaitu Gerakan 3A(Jepang Pemimpin Asia, Jepang Pelindung Asia, Jepang Cahaya Asia). Gerakan 3A ini dibuat dalam rangka menarik simpati rakyat Indonesia. Hingga akhirnya, pada pertengahan tahun 1945, Jepang menunjukkan tanda-tanda kekalahan dan akhirnya menyerah kepada Sekutu. Situasi ini membuka peluang bagi bangsa Indonesia untuk menyatakan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

https://www.ruangguru.com/blog/asal-mula-penjajahan-indonesia-oleh-jepang

 


MENJELASKAN FAKTOR YANG MENYEBABKAN JEPANG MELAKUKAN KOLONIALISME DAN IMPERIALISM DI NDONESIA 

Faktor yang menjadi penyebab Jepang melakukan kolonialisme dan imperialisme di indonesia:

Indonesia kaya hasil tambang, sehingga menunjang untuk keperluan perang. Indonesia terdapat bahan mentah untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri Jepang. Indonesia memiliki tenaga manusia atau SDM (man power) yang banyak sehingga dapat mendukung usaha Jepang. Ambisi Jepang untuk mewujudkan Hakko Ichi-u yaitu pembentukan imperium yang meliputi bagian besar dunia yang dipimpin Jepang. Kepentingan migrasi, maksudnya wilayah Jepang yang sempit sedangkan jumlah penduduk banyak maka dibutuhkan tempat bagi pemerataan penduduk. Selain melakukan eksploitasi terhadap sumber daya alam, Jepang juga melakukan eksploitasi terhadap rakyat Indonesia. Contohnya, mereka mengeluarkan kebijakan Romusha dan Jugun Ianfu. 

https://www.kompas.com/skola/read/2020/04/16/190000969/latar-belakang-pendudukan-jepang-di-indonesia?amp=1&page=2&jxconn=1*19nws0r*other_jxampid*NFN0OVF6V21pWnQ1WXFBMzJXU0JiTkNENkZQNjVoaU9JWk1yVzktTkJSdTBWS3N0QkdPaGdBRkdKT2dQSW9USg


 

 

MENGANALISA KEHIDUPAN SOSIAL POLITIK EKONOMI BUDAYA MASA JEPANG

ASPEK SOSIAL

Pemerintahan Jepang saat itu mencetuskan kebijakan tenaga kerja romusha. Mungkin kamu sudah sering dengar kalau romusha adalah sistem kerja yang paling kejam selama bangsa Indonesia ini dijajah. Tetapi, pada awalnya pembentukan romusha ini mendapat sambutan
baik lho dari rakyat Indonesia, justru banyak yang bersedia untuk jadi sukarelawan. Namun semua itu berubah ketika kebutuhan Jepang untuk
berperang meningkat.

Pengerahan romusha menjadi sebuah keharusan, bahkan paksaan. Hal tersebut membuat rakyat kita menjadi sengsara. Kamu bayangin aja, rakyat kita dipaksa membangun semua sarana perang yang ada di Indonesia. Selain di Indonesia, rakyat kita juga dikerjapaksakan sampai ke luar negeri. Ada yang dikirim ke Vietnam, Burma (sekarang Myanmar), Muangthai (Thailand), dan Malaysia. Semua dipaksa bekerja sepanjang hari, tanpa diimbangi upah dan fasilitas hidup yang layak. Akibatnya, banyak dari mereka yang tidak kembali lagi ke kampung halaman karena sudah meninggal dunia.

ASPEK POLITIK

Semasa pendudukan Jepang, kerajaan Jepang sentiasa mengajak kumpulan nasionalis untuk bekerjasama.  Ini jelas berbeza jika dibandingkan dengan zaman pemerintahan Hindia Belanda. Pada masa itu kumpulan nasionalis sentiasa dicurigai . Golongan nasionalis ingin bekerjasama dengan kerajaan Jepang karena Jepang membebaskan ramai pemimpin negara Indonesia dari penjara, seperti Soekarno, Hatta, dan juga Sjahrir. Mengapakah Jepang menjemput kerjasama kumpulan nasionalis Indonesia?  Karena Jepang menganggap golongan nasionalis ini mempunyai pengaruh yang besar terhadap masyarakat Indonesia.  Ketika itu Timbalan Ketua Turus Tentera Keenam Belas Jeneral Harada Yosyikazu telah berjumpa dengan Hatta untuk menyatakan bahawa Jepang tidak mau menjajah Indonesia, tetapi mau membebaskan bangsa Asia. Sebab itu Hatta menerima pelawaan Jepang untuk bekerjasama. Bagaimanapun , Sjahrir dan dr .  Tjipto Mangunkusumo tidak menerima tawaran kerjasama Jepang. Namun, kemudian Jepang mengeluarkan undang-undang berkaitan bidang politik yang sebenarnya banyak merugikan bangsa Indonesia.

ASPEK EKONOMI 

Pada saat Indonesia masih berada di bawah pendudukan Jepang, sistem ekonomi yang diterapkan adalah sistem ekonomi perang. Saat itu, Jepang merasa penting untuk menguasai sumber bahan baku dari berbagai daerah di Indonesia. Tujuan Jepang melakukan itu, untuk menghadapi Perang Besar Asia Timur, Squad. Nah, kawasan ekonomi yang mau memenuhi kebutuhannya sendiri atau yang diberi nama Kawasan Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya, adalah kawasan yang masuk ke dalam struktur ekonomi yang direncanakan oleh Jepang. Di bidang moneter, pemerintah Jepang berusaha menjaga nilai gulden Belanda. Hal itu dilakukan agar harga barang bisa terjaga sebelum perang

 ASPEK BUDAYA

Pemerintahan Jepang pernah mencoba menerapkan kebudayaan memberi hormat ke arah matahari terbit kepada rakyat Indonesia lho! Dalam masyarakat Jepang, kaisar memiliki tempat tertinggi, karena diyakini sebagai keturunan Dewa Matahari. Nah, Jepang berusaha menerapkan  nilai-nilai kebudayaannya kepada bangsa Indonesia. Tetapi langsung mendapat  pertentangan dan perlawanan dari masyarakat di Indonesia. Bangsa kita ini hanya menyembah Sang Pencipta, yaitu Tuhan Yang Maha Esa mana mungkin setuju memberi hormat dengan membungkukkan punggung dalam-dalam (seikerei) ke arah matahari terbit.

https://www.ruangguru.com/blog/kehidupan-bangsa-indonesia-masa-pendudukan-jepang

 

Komentar